Senin, 26 Januari 2015

Senandung Harapan

Karya : Muhammad Ridha

Petikan dawai mengiringi langkahku
Nada nadanya menjadi gelora sebuah cinta
Bersenandung pada musim semi
Dimana semua insan ceria kala itu


Bulan menyinari senyapnya bumi
Hembusan angin pun terdengar
Pertanda malam yang sunyi


Mata yang tertutup
Memberitahu arti yang hakiki
Akan sebuah rasa
Tanpa hampa dan duka lara


Semoga nyenyak tidur mu kasih
Dengan syair ini kau ku antarkan
Ke alam imajinasi yang mustahil 

Berkunjungnya para pencuri hati

Besar harapan kau dan aku
Masuk kedalam ruang mimpi
Yang nyata dan menjadi 'kita'
Lalu bersemayam dibulan purnama
Yang tanpa adanya pancaroba


Kan kuceritakan padaNya
Sampai Dia menggenggam kau dan aku
Dalam buaian lembut kasihNya
Hingga menjadi akhir yang abadi
Aku kau dan Dia ialah 'Kita'

Minggu, 25 Januari 2015

Sang Pengembara

Karya : Muhammad Ridha

Nikmatnya asap yang dihisap

Perlahan saya hembuskan
Putih warnanya, coklat dalamnya
Terbang lalu hilang 
Menjadi gambar jiwa sang pengembara

Sesekali aku mencicipi

Secangkir kopi hangat
Yang nyaman menselimuti
Seakan memeluk erat raga dalam

Memang ini bukan sebuah jawaban

Namun hanya pelarian
Dengan harapan memberi pengertian
Arti laju jalannya kehidupan

Atas segalanya tak melupakan aku akan pengabdian

Bermunajatlah aku padaNya

" Tuhan...

Ini lah yang bisa hamba lakukan
Ketika pedih menghampiri
Ketika kecewa merasuki.

Tuhan...

Aku percaya Engkau yang memberi ketenangan
Panjatan syukur ini kepadaMu
Aku yakin engkau Maha dari segalanya
Panjatan puji ini hanya milikMu

Yaa Allah Yaa Rabbul Izzati... 

Astaghfirullah
Mohon ampunan serta kasihMu

Yaa Allah Yaa Ilahi...

Alhamdulillah
Terima kasih atas rahmat serta nikmatMu "

Tak lupa aku akhiri

Dengan mencurahkan salam sejahtera
Kepada kekasih sang Maha Suci
Muhammad, baginda nabi yang sangat mulia.


Sabtu, 24 Januari 2015

Bisikan langit-Nya




Karya : Muhammad Ridha

Tak henti hentinya hujan dan angin bermain bersama dilangit, diudara dan dibumi.
'Duaaarrr' jendela rumah pun ku buka, lalu ku tengok tak ada apapun diluar sana, hanya saja ada banyak air yang menetes dan sepoyan angin yang kencang tak biasanya. "Duaarrr" 'mamah sieun aya guludug'1 terdengar, badanku terkulai lemas, menggigil ketakutan 'Ada apa ini? Suara dari Tuhan dan ciptaanNya itu terdengar sangat nyaring terngiang ditelingaku' lalu setelah itu, seketika pun suasana mulai hening, matahari bersinar indah mempesona, burung bernyanyi mengikuti irama suasana. Kemudian ada bisikan yang kurasa tapi tak terdengar atau mungkin jawaban dari semuanya "Rek ibadah moal!"2

* Bahasa Sunda:
1. 'Ibu takut ada halilintar'
2. 'Mau ibadah atau tidak!'