Karya : Muhammad Ridha
Petikan dawai mengiringi langkahku
Nada nadanya menjadi gelora sebuah cinta
Bersenandung pada musim semi
Dimana semua insan ceria kala itu
Bulan menyinari senyapnya bumi
Hembusan angin pun terdengar
Pertanda malam yang sunyi
Mata yang tertutup
Memberitahu arti yang hakiki
Akan sebuah rasa
Tanpa hampa dan duka lara
Semoga nyenyak tidur mu kasih
Dengan syair ini kau ku antarkan
Ke alam imajinasi yang mustahil
Berkunjungnya para pencuri hati
Besar harapan kau dan aku
Masuk kedalam ruang mimpi
Yang nyata dan menjadi 'kita'
Lalu bersemayam dibulan purnama
Yang tanpa adanya pancaroba
Kan kuceritakan padaNya
Sampai Dia menggenggam kau dan aku
Dalam buaian lembut kasihNya
Hingga menjadi akhir yang abadi
Aku kau dan Dia ialah 'Kita'
Senin, 26 Januari 2015
Minggu, 25 Januari 2015
Sang Pengembara
Karya : Muhammad Ridha
Nikmatnya asap yang dihisap
Perlahan saya hembuskan
Putih warnanya, coklat dalamnya
Terbang lalu hilang
Menjadi gambar jiwa sang pengembara
Sesekali aku mencicipi
Secangkir kopi hangat
Yang nyaman menselimuti
Seakan memeluk erat raga dalam
Memang ini bukan sebuah jawaban
Namun hanya pelarian
Dengan harapan memberi pengertian
Arti laju jalannya kehidupan
Atas segalanya tak melupakan aku akan pengabdian
Bermunajatlah aku padaNya
" Tuhan...
Ini lah yang bisa hamba lakukan
Ketika pedih menghampiri
Ketika kecewa merasuki.
Tuhan...
Aku percaya Engkau yang memberi ketenangan
Panjatan syukur ini kepadaMu
Aku yakin engkau Maha dari segalanya
Panjatan puji ini hanya milikMu
Yaa Allah Yaa Rabbul Izzati...
Astaghfirullah
Mohon ampunan serta kasihMu
Yaa Allah Yaa Ilahi...
Alhamdulillah
Terima kasih atas rahmat serta nikmatMu "
Tak lupa aku akhiri
Dengan mencurahkan salam sejahtera
Kepada kekasih sang Maha Suci
Muhammad, baginda nabi yang sangat mulia.
Nikmatnya asap yang dihisap
Perlahan saya hembuskan
Putih warnanya, coklat dalamnya
Terbang lalu hilang
Menjadi gambar jiwa sang pengembara
Sesekali aku mencicipi
Secangkir kopi hangat
Yang nyaman menselimuti
Seakan memeluk erat raga dalam
Memang ini bukan sebuah jawaban
Namun hanya pelarian
Dengan harapan memberi pengertian
Arti laju jalannya kehidupan
Atas segalanya tak melupakan aku akan pengabdian
Bermunajatlah aku padaNya
" Tuhan...
Ini lah yang bisa hamba lakukan
Ketika pedih menghampiri
Ketika kecewa merasuki.
Tuhan...
Aku percaya Engkau yang memberi ketenangan
Panjatan syukur ini kepadaMu
Aku yakin engkau Maha dari segalanya
Panjatan puji ini hanya milikMu
Yaa Allah Yaa Rabbul Izzati...
Astaghfirullah
Mohon ampunan serta kasihMu
Yaa Allah Yaa Ilahi...
Alhamdulillah
Terima kasih atas rahmat serta nikmatMu "
Tak lupa aku akhiri
Dengan mencurahkan salam sejahtera
Kepada kekasih sang Maha Suci
Muhammad, baginda nabi yang sangat mulia.
Sabtu, 24 Januari 2015
Bisikan langit-Nya
Karya : Muhammad Ridha
Tak henti hentinya hujan dan angin bermain bersama dilangit, diudara dan dibumi.
'Duaaarrr' jendela rumah pun ku buka, lalu ku tengok tak ada apapun diluar sana, hanya saja ada banyak air yang menetes dan sepoyan angin yang kencang tak biasanya. "Duaarrr" 'mamah sieun aya guludug'1 terdengar, badanku terkulai lemas, menggigil ketakutan 'Ada apa ini? Suara dari Tuhan dan ciptaanNya itu terdengar sangat nyaring terngiang ditelingaku' lalu setelah itu, seketika pun suasana mulai hening, matahari bersinar indah mempesona, burung bernyanyi mengikuti irama suasana. Kemudian ada bisikan yang kurasa tapi tak terdengar atau mungkin jawaban dari semuanya "Rek ibadah moal!"2
* Bahasa Sunda:
1. 'Ibu takut ada halilintar'
2. 'Mau ibadah atau tidak!'
Langganan:
Postingan (Atom)
